sambungan penyesalan cinta yang tak terucap

Dewi
Nama wanita itu, ga tau perasaan apa yang ada dalam dada sabiel, yang jelas hatinya bergetar, jantungnya berdebar dan bibirnya bergumam  ohhh betapa cantik nya wanita itu di mataku... kata sabiel
Sabiel mendekat ke arah dewi jantungnya makin berdegup kencang, ketika sampai dui hadapan dewi mulutnya terkunci dan sabiel pura pura ga menatapnya dan memberi kesan cuek sambil menuju tempat duduk di paling belakang.
Ketika sabiel duduk bergejolak perasaannya dan timbul berbagai kata makian untuk dirinya sendiri....
Sabiel kenapa si lo
Kenapa lo malah pura pura cuek
Bodohnya kamu sabiel
Kenapa kamu ga bersipat ramah dan ungkapin perasaan kamu sama si dewi
Katakan bahwa kamu cinta sama dia
Katakan bahwa kamu sayang sama dia
Katakan bahwa kamu ingin menjadi kekasih nya
Itulah makian dan ungkapan yang ada dalam hati sabiel
Kemudian sekali sekali sabiel menatap ke arah dewi
Besok aku mau berterus terang bahwa aku cinta dia kata saviel dalam hati
Jam istirahat pun tiba
Bergegas sabiel melipat buku dan memasukan buku satu satunya ke dalam kantong celan belakang.
Seperti hari hari biasanya sabiel selalu bolos dan ga pernah masuk lagi pada saat jam sekolah setelah istirahat
Hal ini di lakukan karna mobil terakhir ke rumah sabiel jam 4 sore jadi kalau ketinggalan maka sabiel harus jalan kaki sejauh 12km jarak antara sekolah dan rumahnya.
Hari demi hari sabiel ga pernah punya keberanian untuk mengungkapkan perasaan ny pada dewi, minggu demi menggu, bulan demi bulan dan tahun demi tahun sabiel selalu bersikap cuek dan ga mengungkapkan cinta hingga sampai pada kelulusan dan perpisahan tak pernah terucap kata cinta, kata sayang dari bibir sabiel untuk dewi.
Hingga sabiel kehilangan jejak dewi untuk selama lamanya.
Sabiel sangat menyesal tak pernah mengucapkan cita untuk wanita yang paling dia rindukan.

Komentar